Hari ini aku mendapatkan ‘serbuan’ pelajaran-pelajaran hidup yang sangat berharga, yang sebenarnya sudah aku ketahui sedari dulu tapi baru kusadari betapa pentingnya itu semua hari ini.
Salah seorang uwa-ku [istilah Sunda untuk kakak dari orangtua kita] terkena musibah, beliau dihipnotis oleh dua orang pria tak bertanggung janab [!]. Mereka mengambil SEGALANYA. Well, barang2 rumah sih enggak, tapi semua emas, perhiasan, tabungan, uang dan handphone-nya raib.
Ceritanya begini…
Uwa-ku sedang berjalan menuju mesjid agung di sebuah kota kecil nan asri [sensored], tiba-tiba datang seorang pria berpakaian rapi yang menanyakan lokasi sebuah pesantren yang lokasinya Masyaallah jauhnya. Si pria kopl*k itu maksa minta dianterin, ya jelas aja uwa gw nolak. Tiba-tiba lagi [ya, semuanya memang serba tiba-tiba kalau lagi ngalamin yang kayak beginian] datang seorang bapak-bapak berpakaian ustadz yang menanyakan, “ada apa ini?” dengan logat sok Malaysia-Arab gak jelas. Uwa-ku pun menjelaskan perkaranya. Dengan sok bijaknya si fake-ustadz bilang, “oh, ya udah, saya juga rumahnya dekat dengan lokasi itu. Bareng aja, tapi Ibu ikut saya juga sebagai saksi.” Kira-kira gitu deh yang si bapak omongin. Uwa gw masih keukeuh nolak, ya iyalah, ogah aja gitu.
Tiba-tiba [tuh kan, tiba-tiba lagi] topik pembicaraan mulai ngelantur. Si bapak yang pertama datang mulai melirik gelang and cincin emas yang uwa gw pake. Dia bilang dia mau beli tuh gelang buat oleh-oleh istrinya [who cares ya padahal], dan di sinilah keanehan mulai muncul. Uwa gw tiba-tiba [tiba-tiba yang keberapa teman-teman?] nurutin aja semua permintaan si duo pria maksiat.
PELAJARAN 1 : JANGAN PERNAH PEDULIIN ORANG YANG SOK AKRAB DI MANA PUN KAMU BERADA, mau di mall, di kereta, di jalan, pas mau ke mesjid, mau ke saritem, atau di WC sekalipun. [Sumber: Papa gw tercinta] Walaupun terkesan judes and kita ngerasa gak tega, tapi kita HARUS TEGA. [Penegas: Papa gw lagi, mengatakannya dengan berapi-api]
Setelah tuh gelang n cincin dikasihin, si pria sok gagah itu nanya lagi, “masih ada lagi gak Bu?” Dan dengan innocent-nya uwa gw jawab, “oh, masih, masih. Tapi dirumah,” dan hal itu tidak menyurutkan niat si pembohong bersaudara. Mereka mengantarkan uwa-ku ke rumahnya dengan mobil Avanza-nya. Unfortunately di rumah lagi gak ada siapa-siapa, jadi gak ada orang yang bisa menyadarkan uwa gw. Alhasil pindahlah semua perhiasan, uang, tabungan dan benda berharga lainnya ke tangan si pencuri-hipnotis.
PELAJARAN 2: JANGAN PERNAH BIARKAN RUMAH ANDA KOSONG, karena siapa tau suatu saat Anda dihipnotis dan disuruh pulang ke rumah, orang di rumah bisa menyadarkan Anda dengan cara menepuk pundak Anda.
Selain itu, dengan kopl*knya lagi, si duo itu minta uwa-ku untuk mengantarkan mereka ke bank, bilangnya sih mau nukerin uang dollar Singapura ke rupiah, biar bisa bayar perhiasan-perhiasan yang uwa-ku kasih. Padahal tipu. Setelah itu, si pria sok gagah ngasih uang dalam amplop, pas diliatin ke uwa-ku, kata uwa-ku uangnya 5000 dollar Singapura [katanya udah nuker uang ke rupiah! Gak ngerti gw juga]. Alhasil disimpanlah uang itu sebagai pembayaran emas-emas tadi.
Setelah itu mereka kembali ke tujuan semula, [katanya] mau ke pesantren nun-jauh-di-sana itu. Setelah sampai di suatu daerah yang udah lumayan jauh dari tempat tinggal uwa-ku, tiba-tiba uwa-ku disuruh pulang duluan a.k.a. diturunin secara halus. Begitu uwa-ku turun, beliau langsung sadar, “kenapa gw ada di sini?” gaulnya sih gitu. Barulah sekelebatan hal-hal yang baru saja dilewatinya bermunculan dan tiba-tiba [Ya Alloh, tiba-tiba lagi] segalanya menjadi tak masuk akal. Setelah dicek, uang yang tadi kelihatannya sebesar 5000 dollar dengan lima lembar uang 1000 dollar Singapura, menjadi 5000 perak dengan 5 lembar uang 1000 rupiahan.
Gw gak tau segimana shock-nya uwa gw saat itu, yang jelas terima kasih kepada uang kencleng, karena dengan alasan ‘pengen-bawa-uang-buat-kencleng-di-mesjid’ lah uwa-ku bisa pulang ke rumahnya. Ya, para pencuri psikopat itu tidak mengambil uang yang uwa-ku sisakan untuk [asalnya] ber-infak ria di mesjid. Thank God.
PELAJARAN 3: JANGAN MALAS UNTUK BER-INFAK. Memang Allah menganjurkan kita ber-infak adalah dengan tujuan membersihkan harta sekaligus membantu orang yang kurang mampu, tapi in this case infak juga punya manfaat tambahan: siapa tau kita dihipnotis and diturunin di suatu tempat, kita bisa pake tuh uang buat balik ke rumah [kalo uangnya gak diambil juga].
PELAJARAN 4: JANGAN PERNAH MENYIMPAN UANG PADA SATU TEMPAT, selalu sisakan [setidaknya beberapa ribu] di tempat-tempat yang tidak lazim. Seperti kaos kaki misalnya, atau di dalam kerudung, atau tempat unik apapun yang bisa Anda pikirkan [pakaian dalam juga bisa, kalau kalian tega masukinnya].
Begitu sesampainya di rumah, uwa-ku langsung menelepon uwa-ku yang lain dan setelah itu menelepon ke rumahku [bukannya nelepon polisi dulu ya? Gw juga mikirnya sama] dan minta ‘hampura’ [istilah bahasa Sunda untuk kata ‘maaf’] kepada mamaku dan uwa-ku yang satu lagi, karena sebagian dari perhiasan itu adalah pemberian mereka.
PELAJARAN 5: BUATLAH INVESTASI YANG LAIN DARIPADA YANG LAIN, jangan hanya emas, udah pasaran [walaupun harganya mahal]. Beli apa kek gitu, tanah misalnya. GAK AKAN ADA yang bisa maling tanah, kan? Kecuali di ambil suratnya, ya. But that’s another story.
PELAJARAN 6: KALO HP KITA DICURI, SEGERA TELEPON CUSTOMER SERVICE PROVIDER YANG KITA PAKE, minta nomor kita untuk diblokir. Karena siapa tau aksi si pencuri tak hanya sampai di situ, bisa aja mereka menghipnotis lagi orang-orang yang ada di phonebook HP kita dengan cara menelepon [bisa lho, penghipnotis juga ikutan canggih seiring majunya teknologi].
PELAJARAN 7: DAN KALAU SI PENCURI CUKUP PINTAR UNTUK MENINGGALKAN NOMOR SIM KITA DAN HANYA MENGAMBIL HP-NYA, segera lihat nomor I-MEI HP kita di kotak pembelian HP, terus laporin ke perusahaannya untuk memblokir HP kita biar gak bisa di pake lagi.
Hmpfh.
Capek gak bacanya? Gw aja yang ngetiknya pusing.
Ya maka dari itulah,
PELAJARAN 8: HATI-HATI TERHADAP PENCOPET dan penjahat jenis lainnya!
Sekian kelas pembelajaran hidup saya kali ini. Homeschooling berakhir.
Sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya. Jangan lupa kerjakan PRnya.
Filed under: Diary, Social | Tagged: Diary, emas, hidup, hipnotis, kejahatan, pelajaran, pencuri, perhiasan, sunda, ustadz






aduh chipa . aku juga benar” overcurious sama si who am I. aku tidak mau kalau itu ternyata si bawang. jangan sampai! chip another garing story on my site has already been avalaible. Im not in mood to write
eeh. yang diatas teh some kind of html ato link gitu yah?
aah benar sekali cipa. kalo kamu merasakan seperti aku yg terlalu-waswas-sampe-gamau-ngeliat-ke-orang-yg-lagi-nanya-di-angkot-padahal-ternyata-ituteh-senior-aku-di-OSIS-eh-jadinya-dicirian-sampe-sekarang. mungkin bakal berjuta2 kali mikir ulang buat ga ngeliat orang yg ngajak ngobrol into their eyes…
sumpah serbasalah!!
eh liat geura http://www.teenvogue.com/connect/blogs/snapshot trus cari GOTW yg nur dini sarifudin. menurut gw sih BAWANG bangeet. menurut kamu?